Banda Aceh_(09/06) Telah dilangsungkan Bimbingan Teknis Kehumasan dan Keprotokolan Se Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Banda Aceh. kegiatan ini dibuka langsung oleh Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Dr. H. GUSRIZAL, S.H., M.Hum.
“Sehubungan dengan berkembangnya teknologi informasi, pelayanan peradilan dituntut untuk mengikuti perkembangan tersebut dengan cara mempublikasi informasi – informasi layanan yang selama ini dianggap inklusif, maka dengan adanya pelatihan ini diharapkan pengadilan dapat menyajikan informasi layanan peradilan kepada masyarakat luas”, ucapnya.
Kemudian acara diawali dengan statement “Paradigma Baru Pelayanan Publik”, oleh Bapak Dr. H. TAQWADDIN, S.H., S.E., M.S. “Berbicara tentang pelayanan, sebaik-baiknya pelayanan adalah yang menimbulkan kepuasan masyarakat, maka pelayanan itu harus easy to use, simple to access, reliable and available. Tentu saja standar pelayanan tersebut terjadi dengan adanya komitmen pimpinan berserta jajarannya”, ungkapnya.
Setelah itu dalam kehumasan dan protokoler tidak terlepas dari yang namanya “press releasse”, dalam membuat sebuah siaran berita, foto menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca, sebagai salah satu jurnalistik Bapak Ilyas Isti menyampaikan “Pengambilan angel dalam memfoto kuncinya adalah sabar menunggu moment, seorang jurnalis foto dituntut peka terhadap beberapa moment, namun harus tetap memperhatikan etika dalam mengambil foto, baik dilapangan ataupun pada saat menerbitkan foto, dikarenakan dalam pers dikenal dengan hak cipta atas foto dan sumber informasi sebuah berita”, tuturnya.
Selain foto yang menjadi daya tarik dalam sebuah siaran pers/ berita, adalah Judul dan content/narasi yang disampaikan.
Wartawan Senior Serambi Indonesi, Bapak Yarmen Dinamika menyampaikan “Dalam hal berita atau pers releasse yang perlu diketahui pada bagian kehumasan dan protokoler adalah rumus dan nilai pemberitaan diera klasifikasi manusia modern saat ini, yaitu menjadi man of idea, man of speech, man of writting, man of action, dan man of image, lalu apa yang cocok menjadi karakter khusus kehumasan dan protokoler? adalah ” Man of image” yang mana dengan sesuai fungsinya yaitu membangun “Citra Sebuah Satker/lembaga”.
Kemudian nilai apa yang perlu ada didalamnya, nila utama dalam berita tersebut ada practical benefit (isinya mudah diterima masyarakat), intellectual benefit (kutipan-kutipan yang dimuat dalam berita dapat diterima dengan mudah dan memberikan padangan baru terhadap suatu kejadian), dengan adanya padangan baru tersebut akan menimbulkan emotional benefit yang dirasakan oleh pembaca, dan yang terakhir adanya spritual benefit (yaitu adanya harapan yang diungkapkan dalam berita sehingga pembaca dapat mengetahui tujuan dari adanya berita tersebut). Dengan adanya nilai-nilai tersebut siaran pers atau berita yang diterbitkan menjadi sangat bermanfaat bagi pembaca dan dengan adanya nilai tersebut dapat dibedakan mana berita yang penting dan menarik atau berita menarik namun tidak penting”, pungkasnya.










